PERANGKAT VR (VIRTUAL REALITY)
Semakin berkembangnya teknologi
informasi pada saat ini membuat kehidupan kita semakin mudah, salah satunya
semakin pesatnya penelitian dan evolusi Artificial intelligent atau kecerdasan
buatan, yang membantu dalam berbagai bidang kehidupan, salah satunya dalam
kemiliteran dan angkatan bersenjata untuk meningkatkan kemampuan SDM yang ada
dengan bantuan pembelajaran melalui computer yang mensimulasikan object virtual
yang memiliki sikap (behavior) dan pemikiran (intelektual) seperti pada object
nyata, seperti manusia, tumbuhan, hewan, dll.
Pengembangan system virtual ini juga
dimaksudkan untuk melakukan pengukuran secara tidak langsung antara kemampuan
computer dan manusia, dalam pembahasan ini didasari oleh sebuah pilihan cerdas
untuk efisiensi kerja dan biaya, bayangkan saja untuk mengadakan latihan
militer suatu angkatan ersenjata dibutuhkan banyak dana untuk keperluan
senjata, kendaraan, waktu, tempat, dan lain-lain.
Virtual Reality adalah suatu teknologi
yang dapat mengizinkan pengguna untuk berinteraksi dengan lingkunagn simulasi
Komputer baik itu yang berdasarkan objek yata ataupun imajinasi. Dengan
menggunakn teknologi Virtual Reality perusahaan dapat dengan mudah mengumpulkan
reaksi konsumen terhadap rancangan mobil baru, tata letak interior rumah, dan
tawaran potensial yang lain (Philiph Kloter).
Salah satu contoh aplikasi virtual
reality yang digunakan pada saat ini yaitu dalam bidang militer. Virtual realiy
dipakai untuk simulasi latihan perang, simulasi latihan terjun payung dan
sebagainya. Dimana dengan pemakaiaan teknologi ini bisa menghemat biaya dan
waktu dibandingkan dengan cara konvensional.
Menurut Morton Heilig dalam
tulisannya tentang “Experience Theater” tahun 1950 meliputi semua indera dengan
suatu cara efektif, sehingga menarik penonton ke dalam kegiatan di layar. Ia
membangun suatu prototype dari visinya yang dinamakan Sensorama pada 1962,
bersama dengan lima film pendek untuk dipertunjukkan di dalamnya dengan
melibatkan berbagai indera (penglihatan, pendengaran, penciuman dan sentuhan).
Sensorama adalah sebuah alat mekanis yang dilaporkan masih berfungsi hingga
hari ini. Pada tahun 1968, Ivan Shuterland dengan bantuan dari siswanya Bob
Sproull menciptakan apa yang secara luas dianggap sebagai pendahulu dari
virtual reality.
Teknologi Virtual Reality
Virtual reality adalah sebuah
teknologi yang memungkinkan seseorang melakukan simulasi terhadap suatu objek
nyata dengan menggunakan komputer yang mampu membangkitkan suasana tiga dimensi
(3-D) sehingga membuat pemakai seolah-olah terlibat secara fisik. Virtual
Reality atau VR tidak hanya mensimulasikan apa yang ingin disimulasikan
seseorang yang diprogramkan di Komputer seperti dunia nyata atau sesuatu yang
lain, tetapi juga menciptakan kemampuan intelegensi dalam dunia virtual
tersebut, dalam bahasan ini mengenai simulai militer dalam angkatan bersenjata.
Sistem seperti ini juga dapat
digunakan untuk farmasi, arsitek, pekerja medis, dan bahkan orang awam untuk melakukan
aktivitas-aktivitas yang meniru dunia nyata. Sebagai contoh, pilot dapat
menggunakan sistem virtual reality untuk melakukan simulasi penerbangan sebelum
melakukan penerbangan yang sesungguhnya. Ini sangat membantu dalam menekan
biaya dan sumber daya manusia maupun sumberdaya alam yang dibutuhkan untuk
membantu dalam melakukan hal-hal tertentu. Dalam VR juga dapat dimasukkan
system pembelajaran, karena tidak nyata maka simulasi dapat dilakukan terus
menerus, seperti halnya ketika main game hanya saja system ini jauh lebih
cerdas karena dapat membantu kita mengenali object virtual dan berinteraksi
langsung dengan system, VR dibuat untuk mengenali sentuhan, gerakan,
tekanan,bahasa, dan lain-lain.
VR bisa disebut gabungan dari
beberapa aplikasi AI yang ada yaitu Cognitive architectures, Games, Motion and
manipulation, Natural language processing, semua yang ada disimulasikan dengan
system yang dibuat seperti apa yang dikenali manusia melalui penglihatan,
sentuhan, dan pendengaran.
Peranti Virtual Reality
Untuk mewujudkan suasana yang
menyerupai dunia nyata, virtual reality menggunakan peralatan-peralatan yang
dinamakan glove, headset, dan walker. Glove adalah peranti masukan yang dapat
menangkap gerakan tangan dan mengirimkan informasi gerakan ke sistem virtual
reality. Headset adalah peranti yang berfungsi untuk memonitor gerakan kepala.
Selain itu, peranti inilah yang memberikan pandangan lingkungan yang semu
kepada pemakai sehingga seolah-olah pemakai melihat dunia nyata. Walker adalah
peralatan yang dimaksudkan untuk memantau gerakan kaki. Peralatan ini dapat
digunakan untuk mengatur kaki pemakai agar merasakan beban seperti kalau
melangkah dalam dunia nyata. Sebagai contoh, kaki akan terasa berat untuk
melangkah ketika pemakai sedang menghadapi dunia semu berupa rawa atau medan
berlumpur.
Semua hal di dunia ini pasti
memiliki kekurangan, entah dalam sesuatu itu sendiri atau penggunaannya, VR
dapat digunakan untuk mensimulasikan apapun dengan menciptakan objek 3D di
dalamnya, bahkan terpikir ide untuk menciptakan sistem virtual dengan konten
pornografi, ide yang cukup gila tapi sangat mungkin, banyak kemungkinan –
kemunginan lainnya tentu. VR merupakan simulasi yang membawa efek melalui
psikologis pemakainya, mereka dapat terjebak dalam system VR itu sendiri
walaupun dalam dunia game ini akan menjadi sangat menarik.
https://www.youtube.com/watch?v=EXYzj6qwCCk
Referensi:
Ohab John, Three Ways Virtual
Reality Can Improve Military Training, (
http://science.dodlive.mil/2010/07/30/three-ways-virtual-reality-can-improve-military-training/,
Zainuddin,
Virtual Reality, (http://zainuddin-2009030006.blogspot.com/2010/05/virtual-reality-virtual-reality-virtual.html,




Komentar
Posting Komentar